Menulis Dokumentasi API yang Baik, Begini Kiatnya!

Info Terkini

Bagi seorang back end developer, tentu sudah tak asing lagi dengan istilah API. Apa itu API? API merupakan singkatan dari Application Programming Interface. Dibalik suatu website yang cantik, ada aktivitas dokumentasi API yang dibangun.
Penulisan API yang bagus oleh developer akan memudahkan user untuk mendapatkan pengalaman berselancar dalam program atau website yang dibangun. Namun memang mendokumentasikan API bukan hal yang mudah, oleh sebab itu berikut kami akan ulas kiat – kiatnya dalam penulisan dokumentasi API yang Anda perlu tahu!
Cara Menulis Dokumentasi API yang Baik
Agar Anda bisa menghasilkan suatu program yang developer friendly, maka API yang ramah user perlu diketahui. Ada beberapa cara atau tips dalam penulisan API yang seorang back end developer harus tahu dan pahami.
Khususnya bagi Anda yang merupakan seorang back end developer pemula atau yang baru ingin terjun dalam dunia back end developer, tips trik menulis dokumentasi yang baik sebagai berikut :
Tuliskan keterangan secara jelas berkaitan dengan method atau resource
Daftarkan parameter yang digunakan untuk menulis recource atau method dan sertakan tipenya. Adapun tipe – tipe yang perlu disertakan terdiri atas formatting, rules, serta keterangan apakah resource atau method tersebut bisa digunakan.
Berikan informasi tentang sample call yang hadir menyertakan sambungan pada media dengan type body pada program
Memberikan informasi tentang sample body yang menyertakan media type body
Menuliskan contoh code yang dimanfaatkan dalam membuka sejumlah bahasa pemrograman terkait
Memberikan contoh SDK yang memperlihatkan tentang beragam aspek perihal cara mengakses method atau resource yang berkaitan dengan penggunaan SDK sesuai bahasa yang bisa digunakan dan dimengerti untuk kebutuhan user
Menyertakan link menuju pada bagian resource tambahan semisal pada blog
Pada bagian comment section, tulis code agar user dapat berbagi dan mendiskusikan code – code dengan mudah pada bagian ini
Mengenai penulisan API sendiri, untuk lebih memudahkan dalam proses penulisannya perlu dimanfaatkan tools generator. Kini sudah ada banyak tools generator untuk menulis API yang akan didokumentasikan dan digunakan mulai dari apidocjs, swagger, slate dan masih banyak lagi lainnya.
Untuk pemula pastikan jangan sampai Anda salah pilih tools generator dalam penulisan API. Hal ini penting agar proses penulisan Anda bisa jauh lebih mudah karena jika Anda masih awam dengan tools generator tersebut maka mengconversikan API juga akan kesulitan. Hal ini karena Anda masih harus menyesuaikan dengan hal baru yang ada dalam tools generator.
Anda perlu tahu bahwa masing – masing tools generator yang bisa digunakan untuk menulis API tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk Apidocjs merupakan sebuah tools generator yang sederhana dengan fitur yang cukup lengkap. Cara penggunaannya untuk menulis API juga sangat mudah.
Swagger merupakan sebuah tools generator yang hadir dengan beragam web framework seperti halnya Flask, Springboot atau pun Laravel yang sangat mudah digunakan dalam membaca tulisan API yang telah dibuat.
Demikian juga Slate merupakan sebuah tools generator yang bisa digunakan untuk menulis API yang indah. Selain beberapa tools generator di atas yang telah disebutkan, sebenarnya masih banyak tools generator lain yang bisa dimanfaatkan untuk dokumentasi API. Jadi semoga informasi yang kami berikan di atas menjadi ulasan yang bermanfaat dan menginspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *