Zakat Produktif Peluang Bisnis Tanaman Porang Di Tahun ini

Mengulik Mekanisme Pengelolaan Zakat Produktif Beserta Manfaatnya

Info Terkini

Di dalam ajaran agama islam, terdapat berbagai amalan yang dapat dilakukan. Salah satu amalan tersebut adalah melakukan zakat. Tak hanya zakat fitrah saja, ternyata amalan yang satu ini memiliki berbagai jenis dan macamnya. Ingin tahu lebih dalam mengenai jenis zakat lainnya dan mekanismenya? Yuk simak informasi selengkapnya mengenai zakat disini!

Sekilas Mengenai Zakat

Zakat adalah suatu amalan yang berasal dari ajaran agama islam yang dimana pengaplikasiannya mengacu kepada pemberdayaan dan perekonomian umat. Dengan melakukan zakat, harta yang dimiliki akan terhindar dari bencana. Singkatnya, orang yang melakukan amalan ini, harta zakatnya akan menjadi berkembang dan tumbuh dengan kesuciannya.

Zakat Produktif uang

Di dalam pilar islam, harta yang dizakatkan akan memiliki peranan yang penting dalam pembagian kekayaan masyarakat. Amalan zakat juga memiliki sejumlah keistimewaan pada berbagai bidang. Tak hanya berfungsi sebagai pusat dan poros keuangan islam, zakat juga berperan penting sebagai pengaman ekonomi dan sosial.

Dengan menunaikan zakat dapat anda jadikan sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SAW. Seiring berjalannya waktu, pengelolaan zakat semakin berkembang. Sehingga, pada saat muncul jenis pengelolaan zakat baru, yakni zakat produktif. Zakat satu ini sudah memiliki landasan hukum yakni pada Undang undang nomor 23 tahun 2003.

Mekanisme Dari Zakat Jenis Produktif

Zakat jenis ini merupakan zakat yang dikelola secara produktif. Cara pengelolaannya yakni dengan melakukan pemberian modal kepada para penerima zakat. Modal yang diberikan kepada penerima zakat tersebut kemudian dikembangkan dan dapat menghasilkan sesuatu secara terus menerus. Sehingga, penerima zakat tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Zakat Produktif

Pada pasal 27 dijelaskan bahwa zakat dapat dijadikan sebagai usaha produktif dalam rangka penanganan peningkatan kualitas umat dan fakir miskin. Dengan hadirnya undang undang yang mengatur pengelolaan zakat tersebut diharapkan dapat menyentuh persoalan persoalan pokok yang ada pada para mustahik.

Secara teoritis, pengelolaan zakat yang satu ini sudah pernah dibahas oleh deretan ulama kontemporer, baik itu ulama nasional maupun internasional. Sebagai contoh Sahal Mahfudz yang merupakan seorang ulama terkemuka mengatakan bahwa zakat harus dikelola dengan langkah yang produktif yakni dengan cara menjadikannya sebagai modal usaha yang dikelola dengan profesional.

Zakat yang satu ini juga diyakini dapat menjadi sebuah alternatif untuk sumber dana pemberdayaan ekonomi kaum miskin. Namun, semuanya akan sangat bergantung kepada kemampuan lembaga amil zakat dalam mengelola, menghimpun, mendayagunakan dana zakat. Oleh karenanya, lembaga amil harus memiliki aturan yang kuat untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola.

Tujuan Dari Zakat Jenis Produktif

Kegiatan zakat yang dilakukan oleh umat muslim memiliki berbagai tujuan. Menurut Yusuf Qardhawi, zakat produktif ini dilakukan dengan tujuan untuk menanggulangi dan mencari pangkal penyebab kemiskinan yang ada. Sehingga, orang orang miskin tersebut bisa memperbaiki kehidupannya dan dapat memiliki kecukupan di sepanjang hidupnya.

Sedangkan menurut Sahal Mahfudh, tujuan dari pengelolaan zakat secara produktif yakni untuk meningkatkan kesejahteraan penerima zakat serta dapat memberikan manfaat yang lebih lama dari dana yang telah diberikan. Sehingga, setelah mengalami perkembangan hidup, sang penerima zakat juga dapat menjadi seseorang yang wajib mengeluarkan zakat.

Itulah informasi mengenai zakat yang dikelola secara produktif. Dengan adanya informasi tersebut, semoga dapat memberikan anda sebuah wawasan mengenai mekanisme pengelolaan zakat. Sehingga saat mengelolanya, anda tidak akan salah jalan dan dapat bermanfaat bagi kehidupan di masa sekarang maupun untuk dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *