Perbedaan Wakaf dan Zakat

Apa Saja Perbedaan Wakaf dan Zakat?

Info Terkini

Populasi penduduk di Indonesia yang mayoritas memiliki agama slam, membuat dua kegiatan tersebut menjadi salah satu hal yang sering dilakukan oleh warga muslim di Indonesia. Wakaf dan zakat merupakan dua kegiatan yang mulia untuk dilakukan, dan bagi siapapun orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala. Meski begitu ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Yuk simak apa saja perbedaan wakaf dan zakat? Simak berikut ini!

Hal yang Membedakan antara Wakaf dan Zakat

1. Hukumnya

Berdasarkan hukum islam keduanya merupakan sama-sama dalam jalur bersedekah dan beramal untuk kepentingan orang lain. Namun terdapat perbedaan hukum dalam kedua perbuatan tersebut. Zakat hukumnya wajib karena, membayar zakat merupakan salah satu amalan yang diwajibkan bagi umat islam untuk mensucikan diri dan memebersihkan sebagian hartanya dengan memberikannya kepada fakir miskin semata karena Allah SWT.

Perbedaan Wakaf dan Zakat peran zakat infak sedekah dan wakaf di kala pandemi

Sedangkan waqaf hukumnya sunnah, yang jika dikerjakan akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan maka tidak berdosa. Karena waqaf merupakan perbuatan dimana terdapat seseorang yang ingin menyerahkan harta bendanya bisa berupa tanah, uang, atau jasa yang diberikan untuk kepentingan bersama atau umum dan dipergunakan dalam hal kebaikan.

2. Jenis, Syarat, dan Jumlahnya

Hal penting kedua dari perbedaan wakaf dan zakat ialah jenisnya. Di dalam Zakat terdapat jenis-jenis tertentu yang wajib dialakukan seperti, Zakat Fitrah, Zakat Maal, Zakat Emas Dan Perak, Binatang Ternak, Dan Zakat Perdagangan. Sedangkan terdapat tiga jenis wakaf yaitu Wakaf Khairi (untuk kesejahteraan masyarakat), Wakaf Ahli (untuk kesejahteraan salah satu keluarga atau orang tertentu), dan Wakaf Musytarak (untuk kesejahteraan masyarakat luas).

Terdapat syarat dan ketentuan jumlah dalam berzakat, seperti besaran ketentuan dalam zakat fitrah yakni 2,5 kilogram hingga 3,5 liter makanan pokok yang digunakan dalam sehari-hari dan kegiatan ini dilakukan oleh setiap masing-masing jiwa. Adapun jumlah bagi mereka yang ingin melaksanakan zakat maal (berupa uang) dengan ketentuan 2,5% dari keseluruhan hartanya.

Sedangkan dalam wakaf terdapat syarat sah seperti Al-waqif (orang yang mewakafkan), Al-Mauquf (berupa harta bendanya), Al-Mauquf Alaih (pihak yang menerima manfaat) dan Sighah (ucapan atau isi wakaf). Adapun beserta jenis hartanya yang pertama, benda tidak bergerak (seperti bangunan atau tanah), kedua (benda bergerak selain uang) seperti perlengkapan usaha, dan ketiga adalah benda bergerak berupa uang.

3. Ketentuan Pelaksanaannya

Ada beberapa penjelasan dan pembagian waktu dalam pelaksanaan zakat. Waktu yang diharuskan dalam melakukan zakat fitrah ialah dimulai dari awal bulan sampai akhir bulan ramadhan. Waktu yang afdhal untuk melakukan atau melaksanakan zakat fitrah yaitu setelah dilaksanakannya solat shubuh pada akhir ramadhan. Dan waktu yang dimakruhkan dalam membayar zakat yaitu saat melaksanakan solat idul fitri hingga sebelum terbenamnya matahari.

Perbedaan Wakaf dan Zakat macam macam zakat

Sedangkan pelaksanaan waqaf tidak ditentukan berdasarkan waktu, namun berdasarkan syarat sah waqaf yang sudah memenuhi. Jika syarat sah waqaf telah terpenuhi seperti, Al-Waqif, Al-Mauquf, Al-Mauquf Alaih dan Sighah maka prosesi pewakafan bisa langsung dilaksanakan. Jika calon pewakaf sudah bertemu dengan Nadzir (Pihak Penerimaan Zakat) dan melafalkan ikrar atau sighah maka sudah sah pelaksanaan wakaf tersebut.

4. Diperuntukkan Untuk Siapa?

Penerimaan zakat dan wakaf juga memiliki perbedaan. Jika zakat diperuntukkan kepada kaum Fakir Miskin, Amil, Mu’allaf, Riqab, Gharimin, Sabilillah, Dan Ibnu Sabil. Sedangkan harta wakaf diberikan untuk kepentingan kebaikan orang banyak atau umum dan dalam kurun waktu yang lama bahkan sampai pewakaf meninggal. Amalan dan amanah tersebut masih sampai kepada pewakaf tersebut.

Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai beberapa perbedaan yang ada antara zakat dan juga wakaf. Meski keduanya memiliki perbedaan, namun tidak ada salahnya jika kita menunaikan hak-hak wajib dan juga sunnahnya sebagai umat muslim yang taat. Semoga sedikit informasi di atas bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi Anda seputar informasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *